Posted by : Alamin Rayyiis Jumat, 22 Agustus 2014


الله أكبر و لله الحمد
الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا
لا إله إلا الله و حده صدق وعده و نصر عبده و أعز جنده و هزم الأحزاب وحده
لا إله إلا الله و لا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين و لو كره الكافرون

الحمد لله رب العالمين و به نستعين و على أمور الدنيا و الدين.  الحمد لله نحمده و نستعينه نستغفرو نعوذ بالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له و من يضلله فلا هادي له. إن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم. الحمد لله الذى جعل رمضان شهرا أنزل فيه القرأن هدى للناس و بينات من الهدى و الفرقان. و الحمد لله الذى أنزل على عبده الكتاب و لم يجعل له عوجا – قيما لينذر بأسا شديدا من لدنه و يبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات أن لهم أجرا حسنا. و الحمد لله خلق عبده و خير أمة أخرجه و أمة و سطا جعله.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده و نبيه و رسول الله

و الصلاة و السلام على خاتم الأنبياء و إمام الرسل النبي الأمي محمد صلى الله عليه و سلم و على أله و أصحابه أجمعين. أما بعد.

ياأيها الناس اعبدوا ربكم الذى خلقكم و الذين من قبلكم لعلكم تتقون – ياأيها الذين أمنوا اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون – و تزودوا فإن خير الزاد التقوى و اتقون ياأولى الألباب – اتقوا الله حيثما كنت و أتبع السيئة الحسنة تمحها و خالق الناس بخلق حسن.

Laa ilaaha illallah; Tiada sesembahan yang berhak selain Allah. Allahu akbar; Allah Mahabesar dari semua ciptaanya di alam. Subhanallah; Mahasuci Allah dengan segala keindahan yang telah Dia ciptakan, birunya laut, hijaunya padang rumput, jerninhnya embun pagi, indahnya pelangi.

Di awal hilal bulan syawal, di awal dhuha pagi hari ini dan di awal fithrah manusia, marilah senantiasa kita panjatkan puja-puji dan syukur kita ke hadirat Allah swt. Rabb pemilik segala, Rabb yang menciptakan bumi-langit dan seisinya. Kita bersyukur atas limpahan rahmat dan kasih sayangnya berupa islam, iman dan ihsan, nikmat kesehatan jiwa dan raga serta rizki yang melimpah, nikmat bernafas dengan segarnya udara serta nikmat menguningnya tanaman padi di sawah. Maka, tidak pantas bagi kita untuk tidak melantunkan do’a;
ربنا أوزعنا أن نشكر نعمتك التى أنعمت علينا و على والدينا و أن نعمل صالحا ترضاه و ادخلنا برحمتك فى عبادك الصالحين.

Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada nabi junjungan Muhammad saw.

Ahlan wa sahlan wa marhaban ilal ‘aidiina li buyuutihim
Ahlan wa sahlan wa marhaban ilar ruhhal
Ahlan wa sahlan wa marhaban kepada para pemudik yang pulang ke kampung halaman
Ahlan wa sahlan wa marhaban kepada mereka yang masih jauh di mata tapi dekat di hati
Semoga kebaikan selalu Allah curahkan kepada mereka yang berada di kampung halaman maupun yang masih di tanah perantauan.

Allahu akbar, walillahil hamd.
Ikhwani rahimkumullah, barakallah fiikum.

Agama Islam adalah agama pamungkas, penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya, satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah swt. disampaikan kepada nabi junjungan Muhammad saw. untuk diajarkan kepada seluruh umat manusia hingga kelak berakhirnya alam dunia kita. Sebagai agama yang rahmatan lil’alamin; musliman kaana au kafiran; muslim dan kafirnya.

Islam berisi tuntunan kehidupan di semua bagian. Islam menuntun kita bagaimana seharusnya berdagang, bercocok tanam, mendidik anak di sekolahan, bertetangga dengan orang yang tidak dikenal dan lain sebagainya. Sebagaimana Islam juga menuntun kita bagaimana meraih kebahagiaan di akhirat kelak, mengajari bagaimana meraih firdaus al-a’la, taat dan tunduk pada firman ilahi dan sabda nabi. Islam harus tegak di manapun dan kapanpun, harus siap dengan semua halang rintang yang harus bersama kita singkirkan.

هو الذى أرسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله و لو كره الكافرون و لو كره المشركون

Namun begitu selalu ada orang yang tidak suka akan agama kita, di antara mereka ada yang sadar akan pentingnya toleransi, berbeda agama tapi saling menghargai. Mereka sadar bahwa untuk hidup berdampingan tidak harus beragama sama, tapi cukup menjadi manusia yang sadar akan pentingnya berdamai dengan sesama, menjalin ukhuwah, merajut ketenangan di tengah masyarakat, memupuk rasa aman dan menyuburkan keadilan dan kesejahteraan bersama.

Tapi sungguh,  ketika islam sebagai minoritas maka agama kita pun diporakporandakan, dihancurkan, dibakar bahkan dibumihanguskan secara masal. Bahkan di zaman yang dikatakan modern penjajahan atas nama agama masih berlangsung hingga sekarang. Muslim palestina harus menanggung luka akibat kekejaman zionis Irael, Afrika Tengah menjadi saksi bagaimana pembunuhan masal atas kaum muslim di depan mata dunia, muslim Rohingnya harus terlunta-lunta antara bertahan tapi diburu laiknya binatang atau menyebrang laut ke negeri tetangga sekalipun setibanya di sana diusir untuk kedua kalinya, muslim di Mesir harus berjuang melawan kediktatoran militer yang sekuler dan masih banyak saudara kita yang menjalani ujian jihad dan perjuangan dari Allah swt.

Kepada merekalah Allah berfirman:
÷Pr& óOçFö6Å¡ym br& (#qè=äzôs? sp¨Yyfø9$# $£Js9ur Nä3Ï?ù'tƒ ã@sW¨B tûïÏ%©!$# (#öqn=yz `ÏB Nä3Î=ö6s% ( ãNåk÷J¡¡¨B âä!$yù't7ø9$# âä!#§ŽœØ9$#ur (#qä9Ìø9ãur 4Ó®Lym tAqà)tƒ ãAqߧ9$# tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¼çmyètB 4ÓtLtB çŽóÇnS «!$# 3 Iwr& ¨bÎ) uŽóÇnS «!$# Ò=ƒÌs%  (البقرة: 214)
214.  Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Kapan datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Oleh karena itu, sadarlah bahwa wujud kita yang mayoritas adalah anugrah besar dari Allah swt. Islam sebagai mayoritas adalah buah perjuangan pahlawan kemerdekaan, kaum santri, para kyai dan kaum muslim yang selalu gigih melawan penjajahan di atas bumi ini. Islam sebagai mayoritas bukanlah faktor kebetulan semata, bukan hanya karena faktor kelahiran ayah ibu kita. Islam tegak di bumi Indonesia tidak terlepas dari jasa para pendakwah, penceramah, dan orang-orang yang lahir batinnya adalah agama Islam.

Allahu akbar wa lillahil hamd
Ikhwani fillah, barakallah fiikum

Islam senantiasa terjaga karena kita masih leluasa membangun masjid, memakmurkan dan menjadikannya sebagai pasar-pasar kebaikan, ia akan selalu terjaga saat kita bisa melangkah dengan sarung dan kopiah, membawa mushaf al-quran untuk dibaca, mendengarkan pengajian serta pujian bagi Allah dan Rasulnya.

Islam akan selalu ada saat muslimah kita bangga dengan menutup auratnya, menjulurkan kerudung hingga dada (walyadhribna bikhumurihinna ‘ala juyubihinna), serta menjaga ‘iffah dan rasa malunya. Sebagaimana kaum lelaki bertanggunjawab atas kokohnya agama kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan majlis-majlis keilmuan, meninggalkan jama’ah di masjid, serta berani menyuarakan kebenaran dan menghiasi lisan kita dengan al-Quran.

Dibalik tegaknya agama kita ada da’i-da’i yang tersebar di pelosok negeri, rela meninggalkan kampung halaman untuk membuka lahan dakwah yang baru, meninggalkan sanak family untuk mengajarkan alif ba’ ta’ tsa’ jim kha’ kho’, mengajarkan bagaimana membunyikan mushaf yang selama ini hanya menjadi penghias ruang tamu,  mengajarkan bagaimana firman Allah dan sabda Rasulullah. Dibalik ratusan juta muslim di negara kita ada pondok-pondok yang dengan kesederhanaannya mempertahankan ajaran agama, ada sekolah-sekolah keagamaan yang bangga dengan identitas TPA, Islam Terpadu, Ormas Keislaman, Madrasah Tsanawiyah dan ‘Aliyah serta lain sebagainya.

Maka, dari itu semua, pertanyaan besar bagi kita, “Apakah yang sudah kita berikan untuk meninggikan bendera agama Islam? Pengorbanan apa yang kiranya tercatat sebagai amal kebaikan?”

Allahu akbar wa lillahil hamd
Ma’syaral muslimin a’azzaniyallah wa iyyakum

Menjaga dan menyebarkan Islam tidak terbatas pada bulan Ramadhan, satu tahun atau satu generasi. Menjaga dan menyebarkan Islam adalah  tugas bersama semua golongan, semua umur, semua generasi, untuk hari ini dan hari-hari selanjutnya selama matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat.

Rasulullah sadar akan kebutuhan Islam dan bagaimana harus mejaganya. Oleh karena itu, sejak awal alaihissalam mengajarkan bagaimana mengkader para pejuang Islam, Rasulullah menjadi soko guru para sahabat dan generasi selanjutnya. Rasulullah adalah teladan atau uswah sebagai Nabi sekaligus panglima dalam perang, Rasulullah adalah uswah bagaimana membina rumah tangga, uswah dalam ajaran-ajaran keagamaan sekaligus uswah bagaimana mengurus perniagaan.

Hasil dari kaderisasi itu semua adalah tiga generasi emas pertama. Rasulullah bersabda bahwa “Sebaik-baiknya generasi adalah generasi beliau atau sahabat, kemudian generasi setelahnya atau para tabi’in, kemudian generasi setelahnya atau para tabi’ut tabi’in”
خير القرون قرنى ثم الذى يلونهم ثم الذى يلونهم
Dari generasi tersebut Islam menjadi mercusuar, lampu penerang bagi belahan timur dan barat saat dilanda kegelapan. 3 generasi tersebut adalah sumber air hulu yang mengalir hingga hilir, air itu menjadi penawar bagi mereka yang kehausan, membasahi bumi dan menumbuhkan hijaunya rumput dan biji-bijian. Radhiyallahu ‘anhum wa radhu ‘anh.

Generasi sahabat adalah generasi dimana Rasulullah mengirimkan Mu’adz bin Jabal dari Makkah menuju Yaman sebagai duta agama yang mengajarkan kitabullah dan sunnatu Rasulillah. Generasi sahabat adalah dimana Abdurrahman bin Auf mewakafkan ribuan ontanya untuk kepentingan agama, generasi dimana Anshar menjadi saudara Muhajirin yang saling berbagi kebutuhan antar keduanya, generasi dimana Khalifah Utsman bin Affan menyebarkan agama hingga di benua Asia.

Kegigihan mereka dalam menjaga agama berlanjut saat tabi’in dan tabi’ut tabi’in berburu hadits Rasulullah, rela melangkah ribuan kilometer untuk mendengar sesiapa yang mendengar langsung untaian jawami’ul kalim dari Muhammad saw.. Imam Bukhari harus mengarungi padang sahara dari Negara Bagian Rusia menuju Saudi Arabia, begitu juga Imam Turmudzi, Imam Muslim, Imam Daud, Daru Quthni dan aimmatul hadits lainnya.

Merekalah generasi yang oleh Allah digambarkan sebagai:
Ó£JptC ãAqߧ «!$# 4 tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB âä!#£Ï©r& n?tã Í$¤ÿä3ø9$# âä!$uHxqâ öNæhuZ÷t/ ( öNßg1ts? $Yè©.â #Y£Úß tbqäótGö6tƒ WxôÒsù z`ÏiB «!$# $ZRºuqôÊÍur ( öNèd$yJÅ Îû OÎgÏdqã_ãr ô`ÏiB ̍rOr& ÏŠqàf¡9$# 4 (الفتح: 29)
29.  Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.

Begitulah 3 generasi pertama telah melewati zaman keemasannya. Dilanjutkan dengan assabiqunal awwalun, para ulama’ yang mewakafkan jiwa raganya untuk agama Islam, untuk agama yang sekarang menjadi mayoritas di negeri Indonesia……

Dan, entah sampai kapan kata-kata Islam akan tertuang di setiap KTP kita? Akankah kita istiqamah dengan kerudung yang melambai menutup aurat dan terjulur di dada? Akankah pelajaran agama tidak lagi menarik ketika disandingkan dengan Matematika? Akankah membaca al-Quran hanya sebagai ritual kosong di masa anak-anak balita? Masih sanggupkah pemuda kita bangga dengan simbol-simbol keIslaman atau justru mereka bangga dengan model dan style ala Barat dan kemewahan dunia?

Islam haruslah dibela, dibantu dan diperjuangkan dalam semua hal. Dalam ekonomi, pemerintahan, pendidikan. Islam harus ada di pasar-pasar, di sawah dan pertanian. Mari kita perhatikan bagaimana Muhammad Nasir rahimahullah menyeru kepada umat Islam pada masa perjuangan Islam di pemerintahan; Islam yang hanya di masjid akan dibiarkan, Islam yang menguasai ekonomi akan diawasi, dan Islam yang ada di pemerintahan akan dihancurkan dan dicabut dari akar-akarnya.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar

Allahu akbar wa lillahil hamd

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -