Posted by : Alamin Rayyiis Senin, 09 September 2013

UKHUWAH ISLAMIYAH DAN SYUMULIYYATUL ISLAM
#Alamin Rayyiis

كنتم خير أمة إخرجت للناس تأمرون بالمعروف و تنهون عن المنكر و تؤمنون بالله
و كذالك جعلناكم أمة وسطا لتكونوا شهداء على الناس و يكون الرسول عليكم شهيدا
إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم و اتقوا الله لعلكم ترحمون

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Allahu akbar kabiiraw wal hamdulillahi katsiro, wa subhanallahi bukrotaw wa ashiila, laa ilaaha illallahu wahdah shodaqa wa’dah wa nashoro ‘abdah wa a’azza jundah wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallahu wa la na’budu illa iyyah. Mukhlishina lahud din walau karihal kaafiruun.

Allahu akbar wa lillahil hamd.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah …..

Minal ‘aidin wal faizin. Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Kullum aamin wa antum bikhoirin.

1.       Kepada Allah mari kita bermuhasabah apakah kita benar-benar sudah kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan? Kepada Allah kita berdoa dan memohon semoga kita benar-benar dikembalikan kepada fitrah kesucian dan kemenangan. Dan berbahagialah kaum muslimin yang shooma ramadhaana di siang hari serta qaama ramadhaana ketika gelap menyelimuti, karena fitrah kesucian dan kemenangan itu benar-benar akan ada bagi mereka yang melalui Ramadhan dengan penuh iimaan wahtisaaban.

2.       Di kampung inilah kita ada dan dilahirkan, di qaryah thoyyibah inilah kita ada dan dilahirkan, kita pun berpencar berburu rizki Allah di setiap penjuru baldah thayyibah, hingga akhirnya hari ini hari Idul Fitri, hari kembalinya kita kepada asal kita dilahirkan, kita berkenan bertemu kembali untuk menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus atau bahkan mati. Hari ini di awal kemenangan di awal kesucian seluruh penduduk bumi yang mengikrarkan keEsaan Tuhan bersama-sama menggemakan takbir dan menggaungkan tahmid. Allahu akbar walillahil hamd.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah .….

3.      Tentunya moment ini merupakan muhasabah dan cermin bagi kita, apakah kita benar-benar sudah menyembah Tuhan yang sama, Allah Swt.(قل هو الله أحد ألله الصمد) ? Sudahkah kita berqudwah kepada Rasul yang sama, Muhammad Saw. ?( لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة) , atau masih maukah kita membaca dan mengimani mukjizat al-Quran? (أفلا يتدبرون القرأن أم على قلوب أقفالها؟)........... Dan, apakah sujud kita benar-benar luapan dari kerendahan hati atau hanya ritual harian ? (إذا تتلى عليهم أيات الرحمن خروا سجدا و بكيا)Dan Mungkinkah ka’bah yang ratusan juga orang menghadap kepadanya mampu mempersatukan berseraknya kealpaan kita sebagai manusia? (فلونينك قبلة ترضها فول وجهك شطر المسجد الحرام و حيثما كنتم فولوا وجوهكم شطره)

4.      Setelah adanya batasan-batasan Negara, bendera-bendera perpolitikan, madzhab-madzhab fikih dan kalam, ras dan suku, fanatisme sepak bola dan garis-garis yang memisahkan kita, maka mari kita kembali ke dalam persatuan Islam. Sudah cukup lama kita teradu domba, menjegal teman menyikut tetangga. Dan sebaliknya, saat musuh kita sanjung, teman seagama kita hina, saat musuh kita bela, kita binasakan teman seagama, dan kita malah berta’awun dengan itsmi wal udwan serta acuh terhadap al-birru wat taqwa. Wal’iyadzu billah.
5. Ma’asyiral mu’minin rahimakumullah …..

     Oleh karena itu harus ada kosakata agama yang harus kita jaga dan miliki bersama, bahwa khilafah islamiyyah adalah bagian dari Islam, siyasah syar’iyyah bagian dari Islam, memuji dan bersholawat atas Nabi adalah bagian dari Islam, peka social dan lembaga pendidikan adalah bagian dari Islam, bersuluk luhur dan penyucian jiwa adalah bagian dari Islam….. Tapi sayang,  khilafah Islamiyyah seolah-olah dimiliki oleh sebagian kelompok Islam hingga selanjutnya ia kufurkan teman, tapi sayang siyasah syar’iyyah seolah-olah pragmatisme berkedok agama, tapi sayang pujian dan sholawat atas nabi terkadang bercampur dengan budaya yang bukan agama, tapi sayang amal usaha kita terkadang kering dari nuansa penyucian jiwa, dan sayang penyucian jiwa kita terkadang menjelma menjadi egoisme yang antipati terhadap sesama.

Bukankah Allah berfirman:
إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم و اتقوا الله لعلكم ترحمون

6.      Kenapa kita tidak berusaha menyatukan puzle-puzle dan bagian-bagian Islam yang terkapling oleh kelompok-kelompok agama kita, bukankah Allah menciptakan syu’uban wa qabailan untuk berta’aruf, Allah menjadikan kita beragam untuk saling mengenal dan saling mengisi ruang. Bukankah Allah merintahkan kita berlomba-lomba dalam kebaikan bukan menjegal dalam kebaikan, bukan membatasi kebaikan, bukan mengabaikan kebaikan, karena terlalu pelit dan sempit bila Islam hanya dikerjakan oleh sebagian kelompok orang.

ألم تر كيف ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة أصلها ثابت و فرعها في السماء

7.      Ibarat pohon yang rindang……… dia mempunyai batang, dahan dan ranting. Begitu juga Islam……. Beriman kepada Allah, itu ushuludin, iman kepada malaikat, Rasulullah, al-Quran, hari kiamat dan ketetapan-ketetapan yang telah ditetapkan Allah, dan semua rukun Islam itu semua adalah ushuludin itu semua adalah batang. Maka dahan, ranting dan daunnya adalah; dhuha, ihsan terhadap tetangga, berorgnisasi dalam beragama, majlis dzikir, sekolah-sekolah diniyah, bersiyasah syar’iyyah dan lain sebagainya.

8.      Apakah terbayang dalam pikiran kita sebuah pohon yang rindang mempunyai batang yang kokoh, tapi kemudian rindangnya pohon tersebut dirusak lantaran dipangkasnya sisi-sisi kerindangannya, dipangkaslah dahan, dipangkaslah ranting, hingga ia sisakan 1 bagian dahan dan ranting saja. Maka hasilnya, pohon rindang itu berubah menjadi pohon yang tidak berimbang, kering, daunnya berguguran dan pohon itu jauh dari kata menyejukan.

9.      Kita menginginkan Islam yang tumbuh, membesar dan jauh meninggi. Yang setiap sisinya lebat dengan ranting dan dedaunan, setiap sisinya memberikan kesejukan dan ketenangan, setiap sisinya memberikan buah. Islam yang memberikan naungan bagi sesiapa saja yang meminta perlindungan.

Ma’asyiral mu’minin rahimakumullah …..

10.   Oleh karena itu kita mengenal semboyan-semboyan agama; ISLAM ITU YA’LU WA LAA YU’LA ALAIH, ISLAM ITU AGAMA RAHMATAN LIL’ALAMIN, ISLAM ITU AGAMA SHOLIH LIKULLI ZAMAN WAL MAKAN, ISLAM AGAMA YANG SYAMIL WA MUTAKAMIL.
ISLAM ITU YA’LU WA LAA YU’LA ALAIH; agama yang tinggi dan tidak ada yang menandinginya maka, peran apa yang sudah kita lakukan untuk meninggikan agama kita? ISLAM ITU AGAMA RAHMATAN LIL’ALAMIN; agama yang menebar kasih sayang bagi seluruh alam maka, sudahkah kita berkasih sayang dengan sesama muslim di desa kita, di kecamatan, kabupaten atau ingatkah kita, tahukah kita penderitaan teman-teman kita di Mesir, Suriya dan Palestina? ISLAM ITU AGAMA SHOLIH LIKULLI ZAMAN WAL MAKAN; agama yang cocok dan tepat bagi semua periode dan semua tempat maka, apakah kita sudah mengislamkan periode kehidupan dan tempat dimana kita berada? ISLAM AGAMA YANG SYAMIL WA MUTAKAMIL; agama yang sempurna dan menyeluruh maka, sudahkah kita menyempurnakan ajaran-ajaran agama kita, sudahkah kita mengIslamkan sekolahan, pasar, bank dan jalanan kita?

11.    Dalam hal ini mari kita fokus dan benar-benar melihat dengan mata kepala dan mata hati kita. Tentang Islam yang Kamil dan Mutakamil. Islam yang sempurna dan menyeluruh. Islam yang tidak lagi dipenjara hanya di dalam masjid saja, tapi Islam yang benar-benar menembus pagar tembok dan batasan negara. Kita menginginkan Islam yang ada di pasar-pasar, Islam yang ada di gedung sekolahan, Islam yang ada di pematang sawah dan hamparan rumput yang menghijau. Islam yang berada di angkutan-angkutan dan alat transportasi, Islam yang berada di kantor dan Islam yang berada di tabung kotak bernama televisi.

12.    Sehingga al-Quran sebagai kitab suci kita tidak lagi sekedar simbol, icon dan ritual tanpa guna. Dan jangan lagi menjadikan Al-Quran hanya sebagai penghias lemari dinding dan meja, tidak lagi sekedar alat sumpah diletakkan di atas kepala tapi di waktu yang sama kakinya menginjak wahyu Tuhan-Nya. Al-Quran tidak lagi sekedar pelengkap ijab qabul di akad pernikahan, al-Quran tidak lagi sekedar potongan-potongan ayat sebagai jimat penuh kesyirikan.

Tapi al-Quran adalah wahyu Allah oleh Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Quran yang memberikan inspirasi dalam ekonomi, al-Quran yang memberi petunjuk dan peraturan dalam pemerintahan, al-Quran yang menghiasi lantunan nada dalam bertutur kata.
Generasi pertama dari sahabat yang mulia, merekalah produk al-Quran. Zaman emas khulafaur rasyidin adalah produk al-Quran, khilafah Umawiyah, Abbasiyah, Utsmaniyah, Muwahidin, Mamalik dan kekhilafahan Islam yang penuh dengan kemajuan ilmu dan peradaban, merekalah produk al-Quran. al-Quran akan menjadi mukjizat dan menuntun kita hanya bila kita membaca, memahami dan mengamalkannya.

Ma’asyiral mu’minin rahimakumullah …..

13.   Oleh karena itu al-Quran maupun Islam harus dibawa ke setiap cara hidup dan semua sisi kehidupan kita. Kita ekonom walakinni muslim, doktor walakinni muslim, pengusaha walakinni muslim, peternak dan petani walakinni muslim, politikus walakinni muslim. Jadilah apa saja tapi tetaplah menjadi muslim dengan keislaman, keimanan dan keihsanan yang senantiasa terjaga.

14.   Karena bila Islam telah menjadi pedoman  dalam semua hal, musuh-musuh Islam, kedholiman, dan kerusakan benar-benar akan sirna. Laqad jaal haqqu wa zahaqal baathil, innal bathila kaana zahuuqa.

15.   Perdana menteri muslim; MUHAMMAD NATSIR dahulunya pernah mengatakan wangsit yang sangat fenomenal; ISLAM YANG HANYA BERIBADAH AKAN DIBIARKAN, ISLAM YANG BERGELIAT DI EKONOMI AKAN DIAWASI, DAN ISLAM YANG BERPOLITIK DAN MASUK DALAM PEMERINTAHAN MAKA IA AKAN DICABUT SEAKAR-AKARNYA DAN DIMUSUHI SELAMANYA.

16.   Orang-orang dengan cara pikir sekulerisme, pluralisme dan liberalisme tidak akan mengatakan KAMI MEMBENCI ISLAM. Mereka tetap mengatakan kami berdamai dengan agama Islam tapi faktanya; mereka melarang jilbab di kantor pemerintahan, memangkas waktu sholat serta mewajibkan pakaian yang membuka aurat. Mereka tetap mengatakan kami cinta Islam tapi faktanya mereka memenjarkan orang yang berjenggot, mereka menganggap al-Quran tidak lengkap, hadits nabi tidak sesuai dengan masa kini atau tuduhan-tuduhan yang jauh sekali dari nuansa islami. Wal’iyadzu billah.

17.   Oleh karena itu mari kita kembali kepada fitrah yang suci guna meraih kemenangan dunia dan akhirat. Mari kita kembali ke agama kita sendiri, kembali menyadari betapa sesungguhnya kita telah menjauhi wahyu ilahi……… Dan, semoga kita dijauhkan dari anggapan bahwa Ramadhan adalah moment perpisahan untuk berbuat baik, sekali-kali tidak. Ramadhan telah pergi, Ramadhan boleh pergi tapi kewajiban sholat tetap harus didirikan, tadarus al-Quran tetap harus menghiasi rumah-rumah kita, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan adalah kaidah kekal hingga nanti hari kebangkitan.

Minal ‘aidin wal faizin. Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Kullu amin wa antum bi khoirin.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -