Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 14 Februari 2012

Sisa makhthuthot ketika hari-hari revolusi Mesir yang dimulai 25 Januari 2011, tepat di hari akhir jurusan Tafsir tingkat 4 mengakhiri ujian termin I. Data-data dan kaleidoskop perjuangan Syabbab Mashr memang bisa diliat dibeberapa klip dokumenter di youtube, atau buku-buku kecil di toko buku dan stationary, bahkan di Maktabah Hayyiah Ammah pernah saya temukan seorang photographer yang mendokumentasikan revolusi dalam bentuk buku galeri.

Akan tetapi dokumentasi-dokumentasi di atas masih terlalu umum, sekedar menyebutkan kejadian-kejadian utama per-hari atau per-jum'at. Yang saya lakukan ketika itu adalah membeli 1/2 koran mesir sejak hari pertama hingga belasan hari berikutnya. Ada rencana untuk clipping koran ada juga beberapa bagian yang im dokumentasikan dalam bentuk kaleidoskop per-tanggal, sumber lainnya yang saya sarikan berasal dari radio dan televisi. Sekalipun banyak kekurangan, tapi dengan kejadian-kejadian detail yang sempat saya rekam paling tidak akan mengingatkan saya tentang bagaimana gejolak gegap gempitanya revolusi di Bumi Para Nabi. >>>


Day of Anger

Day one
Tuesday 25/ Januari/ 2011
  • 15.000 jumlah seluruh demonstran mesir (The Daily Egypt News)
  • Demonstrasi pecah di beberapa daerah; Cairo (Downtown, Tahrir, Ramsis), Shubra, Tanta, Alexandria, Mansoura. Di Kairo demonstran melakukan long march dan final di depan gedung parlemen, Downtown.
  • 70 orang dikabarkan ditangkap, meninggal 2 orang dari demonstran dan 1 orang dari militer.
  •  
  • Wednesday 26      /        /
  • Jejaring social seperti  Twitter diblock oleh pemerintah, menyusul selanjutnya facebook. Pemuda dan seluruh elemen masyarakat tumpah ruah di jalanan.
  •  
  • Thursday 27          /        /
  • Media local Mesir menutup mata tentang kejadian yang sedang bergejolak. Televise, Koran dan radio masih berperan di pihak pemerintah Mubarak.
  • Para tokoh agama seperti Rektor Azhar dan Grand Syaikh, tokoh politik dan pimpinan Media Ahram dibajak untuk bisa menenangkan keadaan. Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menaati peraturan mliter, tidak melakukan kerusakan di Negara.
  •  
  • Friday 28     /        /
  • Di hari keempat ‘Day of Anger’ Mubarak baru mulai buka mulut perihal chaosnya keadaan.
  • Hari jum’at diisukan tumpahan manusia di jalanan membludak dari hari sebelumnya, moment hari libur efektif menambah jumlah demonstran.
  • Antisipasi pemerintah; seluruh jaringan telekomunikasi (kecuali telepon rumah) mati total; internet, operator telepon genggam Vodafone dan Etisalat dll dinonaktifkan untuk satu hari kemarin, hari selanjutnya mulai aktif.
  • Beberapa tank militer mulai berpatroli di pusat keramaian kota, jalan utama dan kantor-kantor penting.
  • Raja Saudi dan Uni Emiret Arab mengadakan sambungan komunikasi kepada Mubarak optimis bahwa dirinya bisa menghentikan kekacauan yang sedang bergolak.
  • Muammar KHadafi mengadakan sambungan komunikasi kepada Mubarak berharap keadaan mesir cepat terkendali dan masyarakat mendapatkan keamanan dari militer.
  • Jam militer mulai diterapkan sejak pukul 6 sore hingga 7 pagi.
  • Demonstrasi mulai merebak di beberapa wilayah perkampungan Madinat Nashr; Ashir, SAbi’, Sadis dan Rab’ah dll.


  • 29 Saturday /        /
  • Jam militer meningkat dari 4 sore hingga 8 pagi.
  • Lebih dari 100 orang demonstran dilaporkan meninggal. 18 orang meninggal di Banu Sueif, 30 lebih di Alexandria.
  • Mubarak mengambil keputusan untuk mengaktifkan jabatan Wakil Presiden kepada Umar Sulaiman, dan Ahmad Syafiq ditunjuk untuk merombak pemerintahan baru, saying, Mubarak masih bertengger.
  • Para diplomat Israel beserta keluarganya yang bertugas di Mesir mulai bertolak pulang ke Negara Israel.
  • Muhammad Barada’i tokoh oposisi Mubarak berkomentar pedas agar Mubarak meninggalkan Mesir malam itu juga.
  • Yusuf Qardhawi lantang mgnhardik Mubarak agar cepat meninggalkan Kairo dan agar mejamin keselamatan masyarakat.
  • 8 orang meninggal di penjara Abu Za’bi. Para tahanan di beberapa penjara melarikan diri.
  • Di London, Paris dan New York para warga keturunan Mesir dan sebagian Negara Arab melakukan demonstrasi di kedutaan Negara Mesir.

  • 30 Sunday   /        /
  • Kantor al-Jazeera TV ditutup oleh pemerintah, hak tayang al-Jazeera TV dicabut, seluruh visa pegawai, koresponden, wartawan al-Jazeera dibekukan. Satelit televise luar mesir tidak bisa mengudara.
  • Jejaring koneksi dunia maya masih non aktif.
  • Ratusan orang tahanan yang kabur dari penjara tertangkap kembali.
  • Mubarak, Umar Sulaiman, Ahmad Syafiq beserta jajaran bentukan pemerintahan darurat mulai mengadakan musyawarah.
  • Beberapa Muhafidz propinsi sudah diganti oleh pemerintahan darurat.
  • Korban masih bertambah di pihak demonstran, penjarahan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya mencoba mengambil untung.
  • Lujjan sya'biyyah terbentuk. Warga masyarakat dengan kesadarannya membentuk semacam dewan keamanan darurat untuk menjaga property umum dan pribadi, menjadi Polantas di jalanan dikarenkan polisi diposisikan di tempat lain.
  • Pemberitaan media Indonesia tentang Mesir terus berlanjut, terkhusus keadaan mahasiswa Indonesia dan Kepres tentang evakuasi mahasiswa ke tanah kelahiran (balik kampong jeeeeeeeek….).

  • 31 Monday  /        /
  • Harga makanan masih dan terus melambung tinggi. Pulsa 10 harga 20 … and so on… cape dehhh.
  • Seluruh ruas jalan raya dipasang palang kayu, ban mobil, drim minyak dll, hanya disisakan ukuran satu mobil.
  • Beberapa polisi sudah mulai kembali mengamankan jalanan dan fasilitas-fasilitas umum.
  • Pemberitaan Koran al-Mashry al-Yaum, as-Shorouq dan ad-Dustur masih objektif seperti yang terjadi di lapangan. Al-Ahram? Ke laut aja…!
  • Jumlah korban meninggal hingga akhir bulan Januari terhitung sebanyak 145 nyawa.
  • Penjara/Tahanan: 20 penjara terjadi kekacauan, 8 penjara jebol 30.000 tahanan lepas. Terjadi konspirasi jebolnya penjara. 34 qiyadah ikhwan lepas, Kamuni, Hisyam Thal'at dan Muhsin Sukri, 3 kriminal utama melarikan diri.
  • Persediaan 600-700 ribu ton gandum sebagai bahan pokok mencukupi hingga rentang waktu  bulan.
  • TOKOH; Habib Adli Menteri Dalam Negeri – Mahmud Majdi Sulaih Mendagri Baru – Muhammad Barada'I Tokoh Oposisi - Amru Khalid Dai Oposisi - Amru Musa Sekjen Universitas Liga Arab - Umar Sulaiman Wapres - Ahmad Syafiq PM - Hasanain Haikal Penulis - Ahmad Zuwail dan Sayyid Badawi dan Pimpinan Parpol lain – Ahmad Fathi Surur – Dr. Abdullah Husaini Menteri Wakaf baru menggantikan Hamdi Zaqzuq .
  • Elit Azhar dan Qibti melarang demonstrasi. Proletar Azhar dan Qibti terus beraksi.
  • Reaksi luar negeri: Obama, Nicolas Sarkozi, Muamar Khadafi, Raja Saudi, Raja Emirate Arab, Benyamin Netanhahu.

  • 1 Tuesday / Februari/ 2011
  • Titik hari-hari besar demonstrasi; Yaumul Ghodhob di hari pertama – Jum'atul Ghodhob – akhir Januari dan awal Februari menjadi Mudhaharah Milyuniyyah, demonstran mencapai jutaan.
  • Al-Mashry al-Yaum:
  • Belasan korban berjatuhan akibat antri makanan pokok, aisy.
  • Nama kereta api bawah tanah Anwar Sadat oleh demontrasn minta diganti menjadi 25 Yanayir/ Januari.
  • Persatuan barisan antara partai politik, IM, Salafiyyah dan figure public lainnya mulai mencoba merapatkan barisan.
  • Benih perpecahan demontran dimulai dari Ittihad Ummal yang mendukung Mubarak.
  • Pemerintahan baru terbentuk dan disumpah; 14 menteri baru – 14 menteri lama – 2 kementerian baru – penyatuan kementerian Istitsmar dengan Tijarah.
  • Dr. Samihah Fauzi perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian.
  • Pimpinan Parpol masih menganggap cabinet Ahmad Syafiq sebagai ad-dukhan fil hawa'
  • 4600 tahanan yang kabur berhasil ditahan kembali di sejumlah penjara ibukota dan sekitarnya.
  • KEPOLISIAN; konspirasi jebolnya tahanan dan kaburnya pidana – kekosongan pos-pos penting dari penjagaan sehingga meneyebabkan penjarahan dan kerusakan fasilitas umum – posisi dan kondisi kepolisian yang tidak jelas ditambah dengan kekosongan senjata di beberapa pos jaga.

  • 2 Wednesday        /        /
  •  As-Shorouq:
  • Mubarak meminta jajaran parlemen untuk menjalankan undang-undang nomor 76  dan 77.
  • Mubarak: “Saya tidak akan mencalonkan diri lagi di pemilihan umum mendatang”… ya iyya lah umur nt dah 82 Matt... ,”Saya mengajak para penguasa lainnya untuk meneliti sebab kekacauan keamanan ini”, “Saya akan mengikuti kinerja pemerintahan atas apa saja yang bisa melaksanakan kemauan masyarakat dan ‘transisi aman’ kepada penguasa selanjutnya”, “Saya putra angkatan bersenjata, dan bukan tabiat saya untuk mengkhianati amanah atau meninggalkan kewajiban dan tanggungjawab”
  • Barada’i: “Apa yang disampaikan dalam pidato presiden hanya menambah kemarahan” Hamdin Shobakhi: “iltifaf ala mathalib harakah wathaniyyah” Nafi’ah: “Apa yang disampaikan presiden dari pengunduran diri sangat terbatas” Makram Muhammad Ahmad: “Pidato jujur dan benar membutuhkan pergantian yang aman dalam kekuasaan”
  • Kelompok oposisi: “Kami tidak akan melompati/ mendahului reformasi para pemuda dan demonstran”
  • Barada’I membuka ruang diskusi dengan Amerika dan Uni Eropa tentang era setelah Mubarak.
  • Amru Musa menyatakan bahwa Mesir diatas aturan undang-undang dan di atas pemerintahan.
  • ABB dan Nestle menutup pabrik mereka di Mesir untuk sementara waktu.
  • Utusan Amerika mengadakan penelitian di Kairo untuk mencari solusi kekacauan yang sedang terjadi.
  •  Ahmad Syafiq: “Apa yang terjadi di beberapa propinsi Mesir bukan kekacauan melainkan penyampaian ide secara tajam”
  • Imad Adib (seorang al-I’lami) berpendapat bahwa demonstrasi di Tahrir terdapat beberapa unsur non-Mesir yang membuat demonstran lebih bergejolak. Lebih dari itu dia menilai bahwa Amerika Serikat selama 3 tahun sudah melatih para pemuda untuk menggerakan demonstrasi di jalanan. Dia juga berpendapat bahwa para penggerak adalah mayoritas pemuda dari keluarga kaya, menengah dan para lulusan kuliah.
  • Beberapa tokoh seperti Barada’I, Sayyid Badawi, IM, dan para pemuda menolak perundingan dengan pemerintahan baru sebelum kepergian Mubarak.
  • Musthofa Sami as-Shawi, salah satu korban dari pemuda yang meninggal. Di Indonesia mungkin kita ingat dengan Arif Rahman Hakim.
  • Panggilan pemboikotan para artis yang melecehkan dan tidak mendukung demonstrasi 25 Januari. Beberapa sumber memberitakan bahwa sebagian artis meninggalkan Mesir ketika demonstrasi bergejolak; Ahmad Saqa, Muhammad Hindi, Amru Musthafa, Asyraf Zaki, Hani Ramzi, Syarif Munir, Ghadah Abdur Razaq, Adil Imam, Amru Diyab, Neili Karim, Bisyri, Yasmin Abdul Aziz. Tapi sejumlah kecil dari artis juga mengikuti demonstrasi; Amru Wakid, Amru Shawi dan Taisir Fahmi.
  • 7 isu yang dihembuskan untuk membuat mundur demonstran: 1] dikirimkannya polisi pemburu disekitar alun-alun Tahrir untuk menangkap siapa saja yang bergabung dalam demonstrasi. 2] angkatan bersenjata meninggalkan lapangan agar keadaan sepenuhnya diserahkan kepada polisi, tank bergerak meninggalkan Tahrir, akan tetapi demonstran berhasil mencegahnya. 3] ancaman digunakannya senjata Israel yang bisa membuat lumpuh saraf. 4] revolusi sukses, Mubarak dan Umar Sulaiman mengundurkan diri. 5] pernyataan presiden bahwa dia akan mengundurkan diri beberapa hari mendatang. 6] gerakan separatis di propinsi-propinsi selatan. 7] ditutupnya alat telekomunikasi untuk kedua kalinya.
  • Beberapa preman bayaran mencegat sopir microbus yang mengangkut demonstran yang akan mengikuti Mudhaharah Milyuniyyah.

  • Partai Demokrat mengatur demonstrasi tandingan di Ismailiyyah. 100 orang di Downtown mengadakan demonstrasi tandingan.
  • INTERNATIONAL: gerakan dan peran pasif Amerika, Israel waswas akan terulangnya skenario Iran, Turki – Erdogan meminta Mubarak untuk memenuhi permintaan rakyat, Oposisi Sudan dan para pekerja meminta Mubarak segera meninggalkan jabatan.
  • Al-Ahaly
  • Israel memberikan izin kepada Mesir untuk menempatkan 800 tentara di Sinai.
  • Anggota HAMMAS yang ditahan di beberapa penjara Mesir melarikan diri melewati lorong ke Aris dengan bantuan masyarakat setempat.
  • Tunis memecah benteng ketakutan, Mesir dan Aljazair menghitung waktu, Yaman bergejolak,  Jordania membara, Lebanon kembali memanas; Timur Tengah Gegap Gempita.
  • Partai Tajammu’ menolak pergantian oknum pemerintahan dan meminta keadilan dalam perpolitikan.
  • 5 Saturday    /        /
  • Risalah Milyuniyyah; mensyaratkan kepergian Mubarak untuk bisa diadakan perundingan antara pendemo dengan pemerintah. 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -