Posted by : Alamin Rayyiis Jumat, 20 Maret 2009



Dinamika Masisir selalu seperti bola salju, semakin lama semakin besar, menggenlinding dan menggairahkan. Tak terlepas dari ke-Indonesiaan mereka, tak pelak dalam setiap sajian dinamika tersebut diwarnai dengan aroma harum perpolitikan negeri kita yang bulan April nanti akan digelar sebuah pesta yang mereka namakan 'Pesta Demokrasi'.

Sebuah mailis kebanggaan Masisir sebagai media komunikasi utama mahasiswa tersebut, infoPMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo), tak luput dari postingan yang mengatasnamakan hal tersebut, politik. Pro dan kontra, selalu itu yang menjadi dua golongan yang mendominasi mahasiswa kita dalam menyikapi hal seperti diatas.

Sebagian ada yang menyetujui mailis tersebut membahas hal-hal politik, dan yang lain menolak adanya postingan politik di mailis dengan asumsi yang mengatakan bahwa mailis tersebut sudah jauh dari fokus utama sebagai media transformasi ilmu dan kepustakaan lantas terganti dengan black campaign dari masing-masing partai yang berseteru. Atas dasar itu pihak PMIK secara terbuka membuat kesepakatan untuk mengadakan KOPDAR terbuka bagi Masisir, Sabtu 07 Maret 2009 yang lalu.

Acara tersebut dimulai pukul 13.30 siang, molor setengah jam dari waktu awal yang dijadwalkan. Diawali dengan acara seremonial, pembacaan al-Quran, tentatif acara dll, kemudian sebagai awal pengenalan PMIK dihadirkan slide show singkat kegiatan PMIK dan komentar teman-teman Masisir berkaitan dengan permasalahan terhangat tentang dunia mailis mereka.

KOPDAR yang diadakan di Wisma Nusantara tersebut berjalan dengan dua tema utama. Item pertama sebagai bentuk klarifikasi pertanggungjawaban moderator dalam memoderasi mailis yang hingga saat itu beranggotakan sebanyak 2029 orang. Permasalahan yang selama ini menjadi simpang siur dibincangkan khayalak ramai Masisir secara terbuka dan gamblang di paparkan oleh moderator mailis tersebut. Sebagai koordinator utama Nidhol Masyhud, Lc., Umarulfaruq Abubakar, Lc., Ahmad Sulthoani, Lc., dan Ardy Budiman sekaligus mewakili sebagai kepala PMIK periode 2008-2009.

Permasalahan seputar boleh tidaknya postingan iklan, permasalahan politik hingga, komplain netralisme PMIK yang tidak lain hanya karena kesalahpahaman, dan hal-hal lain berkenaan dengan aturan praktis dalam mailis. Usulan dan tanggapan dari audience pun bermacam, ragam interaksi yang diajukan pun cukup menjadi masukan yang signifikan. Seperti klasifikasi dan pembedaan judul email yang bertema iklan, pemikiran atau informasi lain tentang perpustakaan. Pelatihan oleh moderator tentang pem-filteran email dari group pun juga diusulkan sebagai alternatif kerapian email bagi anggota. Dan banyak lagi sharing ide dari audience yang semestinya diketahui banyak peserta mailis.

Sesi kedua dari acara diatas bersambung dengan dialog interaktif membahas sebuah tema yang terbebas dari teori praktis dalam mailis. Tema baru dalam sesi tersebut bertajuk “INDEPENDENSI MAHASISWA dalam ranah Politik, Pemikiran dan Kepentingan Pragmatis”. Sesi tersebut menghadirkan pembicara yang notabene mewakili teman-teman aktivis mailis infoPMIK; Ust. Khalid Muslih, Lc., Ust. Cecep Taufiqurrahman, Lc., Ust. Nidhol Masyhud, Lc., Ust. Irwan Masduqi, Ust. Shahib Khairi dan perwakilan dari PPMI, yaitu Ust. Heri Nuryahdin Wapres PPMI periode 2008-2009.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -