Posted by : Alamin Rayyiis Kamis, 12 Februari 2009

*Tulisan ini dikirim ke redaksi majalah Gontor, ga tau gimana kalau sudah diedit sama editornya:P

Mesir Selayang Pandang

Masr Ummu ad-Dunya, begitu sering masyarakat Mesir membanggakan negeri mereka dengan icon tersebut. Ibu peradaban lah yang mungkin mereka maksud. Tak berlebihan memang meskipun mereka juga terkenal juga dengan berlebih-lebihan dalam mujamalah. Mesir sejak peradaban kuno sudah menjadi tonggak peradaban para pemikir, inspirasi ilmu-ilmu peradaban bisa dikatakan tak lepas dari asimilasi dari satu peradaban ke peradaban lain. Suatu contoh tentang ilmu falsafat, banyak klaim yang mengatakan bahwa banyak qadhiyah dalam falsafat muncul dari Yunani, padahal dalam tahqiq Will Durrent justru sebaliknya, ditemukan pembuktian tentang qadhiyah filsafat sebenarnya muncul dari Masr Qadimah, bahwa filosof sekaliber Plato dan Pitagoras pernah melakukan kunjungan ke Mesir Lama.

Maka tidak salah bila banyak Masisir –sebutan akrab bagi Mahasiswa Indonesia yang di Mesir- berbondong-bondong datang ke Mesir. Data yang termuat di organisasi induk Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) mencatat sebanyak 4180 pelajar berada di Mesir. Mereka terbagi secara institusi pendidikan sebagai berikut; Universitas al-Azhar sebanyak 3989 mahasiswa, Instansi Zamalik sebanyak 52 mahasiswa, Universitas Liga Arab sebanyak 40 mahasiswa, Universitas Amerika Terbuka (American Open) sebanyak 20 mahasiswa, Sudan (mengambil magister di negara Sudan tapi berdomisili di Mesir) sebanyak 13 mahasiswa, SIC (Sekolah Indonesia Cairo) sebanyak 13 siswa, Universitas Kairo sebanyak 13 mahasiswa, Instansi Dar al-Orman sebanyak 8 mahasiswa, Universitas ‘Ain Syams sebanyak 5 mahasiswa, Instansi Dar al-Ifta’ sebanyak 3 orang, Universitas 6 Oktober sebanyak 2 orang dan sebanyak 22 mahasiswa berada di banyak universitas lain.

Dengan jumlah yang mencapai angka ribuan tersebut, tentunya secara alamiah, sebagai civitas akademika perkuliahan menuntut akan adanya perkumpulan-perkumpulan di organisasi, sebagai sarana berkembang secara extrakurikuler. Secara garis besar organisasi yang memayungi kami teringkas dalam kategori almamater, kekeluargaan, Ormas dan afiliasi LSM.

Organisasi Almamater yang dimaksud adalah kumpulan organisasi dari teman-teman yang satu alumni Pondok Pesantren ataupun Madrasah Aliyah, tercatat ada sekitar 18 almamater, salah satunya adalah teman-teman almamater IKPM yang jumlah anggotanya menempati di nomor urut pertama yaitu 549 orang, terhitung dengan Bapak Dubes kami A. M. Fachir. Sedangkan Organisasi Kekeluargaan adalah kumpulan organisasi yang berdasarkan keanggotaan daerah propinsi, tercatat ada 16 kekeluargaan yang menandakan ada 16 perwakilan propinsi di Mesir dari keseluruhan propinsi Indonesia yang berjumlah 32 propinsi, sedangkan propinsi yang belum mempunyai perwakilan tergabung dalam organisasi kekeluargaa10 organisasi. LSM tersebut bergerak dalam bidang kajian-kajian independent, social kemasyarakatan (RUHAMA dan Akar), less pembelajaran (Syatibi Center), study Timur Tengah (Sinai) dan sastra (FLP).

Sejarah Singkat al-Azhar

Al-Azhar yang sekarang sudah berumur 1039 tahun menurut perhitungan tahun masehi atau, 1071 tahun menurut perhitungan tahun hijriyah sebagai universitas tua di dunia. Lembaga perkuliahan yang mulanya masjid ini mulai dibangun pada tahun 29 Jumadal Ula 359 Hijriyyah atau 970 Masehi. Didirikan oleh Panglima Jauhar Ashshiqqilli atas prakarsa Khalifah Mu’iz lid- Dinillah dari Dinasti Fathimiyah yang beraliran syi’ah. Tapi sejak berkuasanya Sholahuddin al-Ayyubi, al-Azhar dan lembaga pendidikan tersebut sempat dihentikan sampai, orientasi Syi’ah dirombak total menjadi Sunni hingga sekarang.

Perkuliahan di al-Azhar

Sebelum tahun 2006 pendaftaran di perkuliahan disini diharuskan mendaftar langsung di Mesir, mahasiswa yang datang ke Mesir sebelum tahun 2006 diistilahkan dengan mahasiswa “terjun bebas”. Karena mereka memang dibebaskan dari seleksi Depag. Hingga tahun 2006, dari pihak Depag mensyaratkan bagi seluruh pelajar yang ingin melanjutkan studinya di Timur Tengah (Mesir, Sudan, al-Jazair dan Maroko) diharuskan mengikuti ujian seleksi yang diadakan Depag.

Ujian seleksi tersebut dimaksudkan untuk mahasiswa agar keinginan temen-temen yang belajar di Mesir sudah sejak dini berbekal dari Indonesia, sehingga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Diantara temen-temen yang belum siap memasuki bangku perkuliahan pihak al-Azhar menyiapkan Dirosah khossoh semacam instansi pendidikan setingkat Aliyah. Jenjang pendidikan tersebut ditargetkan 2 tahun pembelajaran hingga kelulusan. Sekolah Dirosah khosoh tersebut berada di Kairo dan Alexandria, materi yang diajarkan di jenjang tersebut meliputi pelajaran agama dan umum layaknya pelajaran-pelajaran sekolah umum Mesir lainnya, kedua ma'had tersebut masih dibawah pihak al-Azhar sehingga beasiswa uang dan asrama gratis bisa diakses oleh siswa.

Pada prinsipnya, kegiatan perkuliahan di al-Azhar tidak dikenakan pembiayaan apapun kecuali untuk membeli diktat kuliah dan sedikit administrasi atau pembuatan kartu pelajar.

Sebagai universitas modern al-Azhar turut membuka model kuliah yang diklasifikasikan dalam dua kelompok cabang keilmuan: ilmi (sains) dan adaby (agama). Gedung pusat pembelajaran dari masing-masing bidang tersebut terpisah, untuk perkuliahan yang masuk dalam kategori sains sebagian besarnya bertempat di kota Nasr City dan perkuliahan keagamaan bertempat di kawasan Husein, kedua-duanya masih di dalam kota Kairo. Namun begitu, al-Azhar juga mempunyai universitas cabang di propinsi lain seperti; Manshura, Zagazig, Thanta, Iskandariah (Aleksandria), Assyuth dan Dimyath.

Pendidikan resmi fakultas agama program Strata 1 (S 1) ditempuh selama 4 tahun, kecuali kuliah syari'ah wal qanun, yaitu selama 5 tahun. Sedangkan program magister ditempuh selama 2 tahun untuk jenjang study (masa tamhidy) dan dilanjutkan penulisan tesis setelah menyelesaikan masa tamhidy tersebut. Dan untuk mencapai program doktoral hanya diperlukan pengajuan desertasi saja.

Untuk jenjang strata 1 sistem pendidikan lumayan ketat, untuk bisa lulus ke tingkat selanjutnya mahasiswa harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang diajarkan. Adapun pelajaran yang tertinggal tetap harus diselesaikan (tashfiyah) sekalipun tetap bisa naik kelas dan dispensasi pelajaran yang meninggal hanya diberi jatah sebanyak 3 mata pelajaran, dan kebijakan terbaru terhitung dari tahun ajaran baru ini (2008-2009) diberi dispensasi sebanyak 4 mata pelajaran, kebijakan lain yang dikeluarkan dari pihak universitas yang tak kalah krusialnya juga penurunan diktat hafalan al-Quran. Dari yang kemarin 2 juz untuk setiap tingkat, sekarang hanya menjadi 1 juz untuk setiap tingkat/ tahun.

Adapun fakultas-fakultas agama untuk putra di Kairo ada 5:
1. Fakultas Syari'ah wal Qanun
Penjurusannya dimulai sejak tingkat I:
- Jurusan Syari'ah Islamiyah
- Jurusan Syari'ah wal Qanun (studi 5 tahun)

2. Fakultas Ushuludin
Penjurusannya dimulai pada tingkat III:
- Jurusan Tafsir
- Jurusan Akidah dan Filsafat
- Jurusan Dakwah dan Tsaqafah Islamiyah

3. Fakultas Lughoh Arabiyah
Penjurusannya dimulai pada tingkat I:
- Jurusan Lughoh Arabiyah dan Adab (Umum)
- Jurusan Tarikh wal Hadharah
- Jurusan Shohafah wal I'lam (Jurnalisme dan Publistik)

4. Fakultas Dirasah Islamiyah
Hanya membuka jurusan umum saja

5. Fakultas Dakwah Islamiyah
Hanya ada jurusan umum, dan sekarang hanya menerima mahasiswa berkewarganegaraan Mesir atau Arab saja. Sekarang komplek perkuliahannya menyatu dengan kampus perkuliahan sains al-Azhar.

Sebagai universitas tertua di dunia, al-Azhar dalam menjalankan sistem pendidikannya masih menjaga tradisi-tradisi klasik pengajaran. Selain dibangku perkuliahan, dunia talaqqy (sistem pengajaran keilmuan-keilmuan tertentu dengan cara klasik atau sorogan) di banyak pusat kajian marak digalakkan oleh Syaikh-syaikh yang berkompeten, dari qira'ah sab'ah, mengkaji kitab-kitab turats dan lain-lain.

Beasiswa

Banyak orang menyalahartikan dari beasiswa al-Azhar, bahwa yang mereka maksud adalah tidak adanya tanggungan pembiayaan sepeser pun. Kalau yang dimaksud adalah pembayaran administrasi perkuliahan seperti di Indonesia memang benar bisa dikatakan gratis, kecuali dua pembayaran tersebut diatas. Tapi untuk keperluan hidup sehari-hari, Masisir masih tetap membutuhkan biaya untuk melangsungkan kehidupan sandang, papan dan pangan.

Kehidupan Masisir di Kairo terbagi menjadi dua, mereka yang menanggung kehidupan sehari-hari dengan beasiswa dari instansi atau lembaga kemasyarakatan dan Mahasiswa yang pembiayaan hidupnya masih ditanggung dari orang tua.

Beasiswa disini bisa dikategorikan dalam dua kriteria: beasiswa asrama dan beasiswa uang. Untuk mereka yang mendapatkan beasiswa asrama selain mendapat asrama gratis, kebutuhan pangan mereka juga dijamin oleh pihak asrama plus sedikit uang jajan. Dan mereka yang mendapat beasiswa uang penuh, jumlah nominal uang memang lebih dari uang jajan teman-teman yang mendapat beasiswa asrama, tapi kebutuhan sandang pangan dan apartemen ditanggung sendiri. Diantara lembaga-lembaga yang banyak memberikan beasiswa asrama dan uang antara lain adalah; al-Azhar, Jam'iyyah Syar'iyyah, Jam'iyyah Ashdiqa', WAMY (World Assembly of Muslim Youth) dll. Satu-satunya beasiswa yang bisa diakses sejak di Indonesia ketika pendaftaran adalah beasiswa asrama al-Azhar, dan itu melewati seleksi ujian di Depag dan Kedutaan Mesir di Indonesia.

Biasanya Masisir yang tinggal di apartemen atau non asrama menempati satu Syaqqah/flat bersama teman-teman lain, beban pembayaran flat, listrik, gas dan keperluan lain ditanggung dengan bersama-sama sehingga lumayan murah untuk ukuran keuangan mahasiswa.

Oleh:
M. Amin Rois
Alumni Gontor tahun 2006
Al-Azhar University – Theology Faculty

{ 1 comments... read them below or add one }

  1. assalamualaikum.
    salam kenal. akhi ana minta perbandingan antara kuliah di mesir (al-azhar) dan sudan 2010. karena tes dari depag mengharuskan memilih salah satu saja. saya belum tahu kekurangan dan kelebiahan diantara keduanya. mohon di bahas.

    BalasHapus

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -