Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 02 Desember 2008

"Assalamu 'alaikum ustadz… saya sekarang sudah di Tsamin deket toko yang menjual burung-burung ". "Wah, bukan disitu, antum coba ke arah Syabrawi, antum tunggu saja di 'mahathah' biar saya jemput sekalian saya ke masjid untuk sholat Isya". Sekelumit wawancara via hp tersebut terpaksa kami lakukan lantaran kru cakrawala belum tahu persis denah rumah ustadz Khalid Muslih. M.A. Ya, walaupun sedikit nyasar dikarenakan kesalahan denah dari teman, akhirnya ustadz Khalid berhasil kami ketemui di kediaman beliau, Hayyu Tsamin. Berikut cuplikan wawancara antara kru Cakrawala Nailun Ni'am dan Muhammad A.R bersama beliau.

Menurut ustadz, sebenarnya apa yang menjadi keunggulan bulan Ramadhan bila dibanding dengan bulan lainnya?
Ramadhan adalah bulan anugrah dari Allah, banyak kejadian penting di dalam bulan tersebut yang menandakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dari bulan yang lain. Bahkan dalam hadits banyak kita dapatkan secara detail tentang keistimewaannya. Suatu kebijakan agung dari Allah bahwa dalam Islam ada satu bulan yang dalamnya terdapat banyak kebaikan, kelilpatan pahala, keterbukaan pintu kebajikan, surga dan lain-lain.

Setan memang akan selalu menggoda manusia kapan pun, karena manusia dan setan sejatinya akan selalu tanazu' al-baqa' dalam pertempuran abadi, dan kekuatan manusia dibanding mereka sangat tidak berimbang. Manusia tidak bisa melihat mereka tapi mereka bisa melihat manusia, mereka bisa dengan leluasa menyerupai bentuk-bentuk yang mereka inginkan tapi kita tidak pula mempunyai kemampuan tersebut. Jadi moment seperti Ramadhan inilah yang menjadikan manusia mempunyai keunggulan-keunggulan dalam mempertahankan keimanannya sekaligus sebagai bulan pengampunan dosa serta penyucian diri setelah sekian lamanya kita mungkin terjerembab dalam jurang dosa.


Adapun salah satu sabda nabi yang berkaitan dengan hal tersebut, mungkin bisa diperjelas lagi ustadz?
Salah satunya adalah yang disabdakan nabi seperti bahwa, bulan puasa adalah bulan dimana pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka dan setan-setan di belenggu. Dalam memaknai hadits tersebut, terutama point ketiga yang berbicara tentang dibelenggunya setan, maka kita harus bisa profesional dalam memahami maksud hadits tersebut. Bahwa, sekalipun setan dibelenggu selama bulan ramdhan, kemudian kenapa banyak juga kejahatan dan kealpaan yang terjadi selama Ramadhan tersebut, bukan berarti informasi hadits tersebut tidak valid.

lebih lanjut lagi beliau menerangkan dengan panjang lebar mengenai dampak-dampak pertempuran antara manusia dan Iblis atau Setan.

Dalam pertempuran tersebut manusia bisa dipastikan mengalami banyak kerugian. Sepertihalnya kalau ada pertempuran, bisa dipastikan di kedua belah pihak mengalami kerusakan-kerusakan. Setan sangat mudah menyerang manusia, terlebih lagi yang mereka gunakan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kita, yaitu nafsu. Seperti yang difirmankan oleh Allah bahwa nafsu manusia sangatlah condong terhadap kejelekan. Maka sekali lagi, di bulan Ramadhan tersebutlah keimanan kita semakin dikristalkan dengan menambah amalan-amalan ramadhaniyat.

Bila kita mencermati keadaan masyarakat Mesir, adakah perbedaan khas tentang pemaknaan bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan masyarakat Indonesia?
Kalau untuk pemaknaan Ramadhan saya kira seluruh umat Islam mempunyai persepsi yang sama. Secara umumnya tidak ada perbedaan khas antara negeara satu dengan lainnya. Tapi di sebagian tradisi memang terdapat hal khas yang digambarkan dari tatanan masyarakat setempat.

Orang mesir menjadikan bulan Ramadhan sebagai haul zakat mereka. Badan organisasi dan lembaga social masing-masing berlomba dalam berkhidmah dalam memaksimalkan peran sadaqah. Jumlah maidah rahman yang kita temukan di Mesir hamper tidak bisa dihitung dengan jari tangan saking banyaknya. Masalah ubudiyah tambahan sunnah yang khas dengan ramadhaniyat memang Mesir mempunyai perbedaan yang signifikan bila dibanding dengan negeri kita. Seperti I’tikaf, membaca quran di tempat-tempat umum. Shalat tarawih menjadi hal yang membedakan, di Indonesia tarawih semakin hari semakin mengalami kemajuan, shoffnya, alias bertambah sedikit jama’ah, tapi di Mesir, tambah hari, apalagi di 10 hari terakhir jamaah malah mengalami kemunduran, alias bertambah jama’ahnya hingga masjid-masjid penuh dengan jama’ah luar kota. Apa lagi masjid yang mempunyai nilai historis, maka malam Ramadhan menjadi tempat tahanuts bagi merekapemburu pahala.

Kalau orang Indonesia, memang diakui mereka juga banyak mengadakan tradisi ramdhaniyat seperti tarling, menabuh bedug, jalan-jalan pagi. Walaupun tetap ada kegiatan ubudiyah seperti kajian setelah tarawih atau kultum subuh, tapi bila dibanding dengan kegiatan Ramadhan di Mesir sangat masih minim. Dan kegiatan ramadhaniyat di Indonesia masih kentara dengan aktivitas-aktivitas yang berbentuk syi’ar belum mencapai maksimalisasi kualitas ibadah.

Kalau kita kaitkan dengan mahasiswa Indonesia sendiri yang di mesir, bagaimana pendapat antum tentang kami?
Sebagai bangsa yang mempunyai komposisi masyarkat yang heterogen, dan sampai kita menjadi sebuah miniature masarakat Indonesia disini, maka banyak sekali sikap mahasiswa kita terhadap Ramadhan. Secara konsep memang masing-masing individu mempunyai focus yang sama untuk menjadikan bulan ini sebagai bulan penuh berkah. Tapi dalam kenyataan maka akan kita dapati hirarki sikap ketika mereka bertemu bulan agung ini. Ada yang mungkin cuek, ada juga teman kita yang mengambil magister mempunyai kendala berupa ujian, ada juga mereka yang sadar akan pentingnya kemuliaan bulan suci ini.

Ada yang menganggap bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang tidak produktif, hal itu terkait dengan adanya puasa yang menyita fitalitas dan daya tahan tubuh manusia untuk bekerja, bagaimana Ustadz menanggapi hal tersebut?
Ini adalah kesalahan persepsi tentang Ramadhan, dan tuduhan ini sangat tidak mempunyai bukti konkrit ilmiyah. Bahkan sebaliknya, secara medis sudah dibuktikan bahwa dampak puasa mempunyai segi positif bagi kesehatan tubuh, hal ini terbukti secara medis dan ilmiyah. Secara syariat pun tidak ada pelarangan dalam bekerja dalam bulan Ramdhan, dan bahkan aktivitas yang dikerjakan selama bulan ramdhan juga akan dilipatgandakan pahalanya.
Suatu contoh adalah Dr. Abdul Halil Syalabi menuntaskan karangan bukunya al-Raddu ‘Ala al-Mubasyarin justru sebulan penuh ketika Ramadhan, dan banyak kejadian lain yang menunjukan bahwa adanya Ramadhan tidak menunjukan bahwa bulan ini bukan bulan produktif.

Dan bagaimana kita akan melipatgandakan pahala di bulan ini kalau pekerjaan dan aktivitas kita malah dikurangin dengan alasan puasa, nilai ganda yang dirahapkan tidak pernah ada lantaran tidak ada kegiatan. Pun kita juga harus menyeimbangkan antara produktifitas ubudiyah dan non-ubudiyah.

Dan untuk terakhir, adakah pesan yang ingin antum sampaikan untuk Masisir terkait dengan persiapan-persiapan selama Ramadhan?
Ibarat kita memasuki arena permainan, maka pemanasan dipandang perlu agar memudahkan dan membiasakan komponen yang bersangkutan ketika Ramadhan. Bisa kita rasakan sendiri jika main bola tanpa didahului pemanasan, pemanasan disini bukan dimaksud sebagai pemorsiran tenaga hingga ketika memasuki arena inti kita malah kekurangan tenaga. Pemanasan atau daurah al-ta’hiil bisa dilakukan dengan puasa senin kamis menjelang Ramadhan, atau seperti yang disunnahkan oleh nabi untuk berpuasa beberapa hari di bulan Sya’ban.

Jam di hp sudah menunjukan pukul 11.00 CLT, obrolan panjang tersebut terpaksa harus berakhir ketika waktu bertamu sudah lebih dari wajar.

Selebihnya mari kita mencoba kembali untuk memaknai hakikat Ramadhan, setiap pribadi kita mempunyai persepsi khusus tentang bulan suci, kita sendiri yang lebih tahu akan kekurangan-kekurangan diri setelah lama tersesat dijalanan penuh duri, luka hati yangsekian dalam hanya kita yang mengetahui untuk kemudian kita taubati.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -