Posted by : Alamin Rayyiis Minggu, 22 Juni 2008


Makhthuuthoot dan Mathbuu'aat Keilmuan Arab [Sebuah polemik]

Makhthuuthoot : Buku manuskrip yang belum dicetak
Mathbu'aat : Buku klasik yang sudah dicetak modern

Assalam alaikum everybody.....

Alhamdulilah im kemarin sudah selesai ujian, dari ujian tersebut ternyata banyak refleksi yang sarat dengan renungan2 dan nilai tambahan lainnya. Dengan ujian kemarin im bisa tahu gimana kadar belajar im selama sekian bulan, kami mahasiswa juga bisa tahu pola pembelajaran univ. tertua al-Azhar, dan secara implisit kami sedikit banyak [sedikit kok banyak, ambigu banget yah, hehee] tahu metode penyaluran buku2 turats/ klasik karangan ulama' zaman dulu. Yang ingin im ampaikan disini adalah secuil gambaran [cieh seolah2 gitu kan] terhadap buku2 klasik yang im pelajarin kemarin, terutama dari segi tansiq al-kitab atau sistematika penyusunan buku, itu yang pokok, tapi dari hal pokok tersebut tak urung nantinya bakal mengarah ke isi buku itu sendiri.

Sudah beberapa pekan yang lalu setelah ujian termin I [pertama] im mengikuti acara kepenulisan yang diselenggarakan oleh bulletin Masisir "Informatika". Salah satu sesinya menghadirkan seorang dosen dari UIN Jakarta. Disela2 pemaparan makalah, ada statement dari beliau yang mengatakan bahwa buku2 klasik ulama' kita mempunyai kecacatan secara sistematika penulisan, beliau tidak [baca:belum] mengatakan kecacatan secara komposisi atau matan buku secara pasti. Sesi quick training kebetulan membahas tentang; metode penelitian, langkah2 penelitian dalam kepenulisan ilmiah atau jurnalism.Dalam konteks diatas im kurang tahu pasti, jembatan mana yang menghubungkan antara topik pembahasan dan topik yang dikritisi pemakalah. Oleh karena itu di sesi pertanyaan im ajukan 2 pertanyaan, satu pertanyaan saja yang sempat terjawab oleh pemakalah dan satu lainnya yang berkenaan dengan hal diatas nihil tanpa jawaban.

Kalau saja buku2 ulama klasik tersebut kurang mempunyai nilai keilmiahan tinggi maka sangat gampang mencari analog yang melempar balik tuduhan tesebut. Tidak dipungkiri bahwa ketika zaman penjajahan bangsa Eropa terhadap negeri2 Arab, banyak sekali manuskrip2 tersebut yang dibawa ke negeri mereka. Dan dengan hutang-piutang tersebut terbukti pula hasil penjarahan ilmu yang kemudian ditransformasikan ke bangsa mereka hingga membuahkan "Renaisance Eropa" atau masa pencerahan negara Eropa. Maka suatu keanehan kalau dikatakan bahwa buku2 ulama klasik kita kurang memenuhi standar keilmiahan.

Terlepas dari polemik di atas, kalau kita memang jujur untuk menilai bagaimana cara kepenulisan buku2 klasik tersebut maka akan kita dapati bahwa manuskrip2 tersebut memang belum memenuhi standar "cara penulisan" yang baik dan benar. Contoh konkritnya adalah ketika im ujian kemarin, ada sebagian buku2 diktat kuliah [muqarar] yang tidak lain adalah salinan dari buku2 turats. Kita sebagai orang ajnabi memang agak kesulitan ketika kita pertama kali mencoba menelaah buku2 tersebut. Tapi bukan lantas kita men-judge bahwa buku2 tersebut kurang mempunyai nilai standar keilmiahan. Hal tersebut bisa jadi kelemahan dari pihak penelaah sendir yang mana cara pandang dan membaca dari setiap generasi bisa dipastikan berbeda, berbeda cara atau pun berbeda kapabilitas membaca atau menelaah. Pembelaan lain dari polemik tersebut adalah, bisa dimaklumi bahwa zaman dahulu dunia tulis menulis dan percetakan buku tidaklah semudah zaman sekarang. Adanya penulisan bab yang kurang berurutan di buku2 klasik, sub-bab yang tidak jelas, point2 pembahasan yang tidak dirinci dengan kode atau bullet juga menambah ruet tampilan penulisan buku. Namun hal2 tersebut sangatlah wajar dan maklum adanya bila dibandingkan dengan zaman sekarang yang mana modernitas percertakan dan penulisan sangatlah mudah dan membantu.

*Sebagai tambahan bahwa di perpustakaan pusat al-Azhar saja masih ada sekian ribu buku yang masih berbentuk manuskrip lias masih dalam bentuk tulisan tangan.....

Wassalam alaikum everybody.....

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -