Posted by : Alamin Rayyiis Kamis, 24 April 2008

Kembali ke *Informatika, media cetak/ buletin ICMI yang tumpuk amanatnya diemban oleh mahasiswa. Entah kesengejaan sebagai edisi sebelum akhir sehingga ingin membuat sensasi dalam dunia informasi atau karena ingin memberi citra dan gambaran kepada masisir dengan kejujuran media bahwa, dalam lingkup kemahasiswaan kita sebgai penuntut ilmu di Mesir atau Negeri anbiya'/ seribu menara ternyata sangat disayangkan karena salah sebagian dari para du'aat tersebut terkena firus Liberalisme [yang belum akut/ dalam proses].

Dampak dari lolosnya tulisan bernuansa sepilis tersebut tidak tanggung2, mailist info-PMIK sebagai media interaksi antar-Masisir via internet ramai dengan diskusi2 berkepanjangan membahas tema diatas, sebagai wujud counter atau pembelaan balik. Itu mungkin bisa ditolerir sebagai dampak saripati air setelah datangnya buih, dalam artian sebagai pengkatrol keintelektualan mahasiswa, dari tulisa ditas diharap kepada semua agar hati2 terhadap virus tersebut dan lebih diharapkan lagi agar bisa menjadi imun bagi mereka yang masih steril atau sudah terjangkit penyakit.

Point inti yang ingin disampaikan adalah bahwa, sebagai media ICMI sangatlah disayangkan bila Informatika memuat tulisan tersebut, seolah2 dalam kegiatan informasi tidak ada satupun yang berhak memberi editan secara pesan yang tersirat atau yang tersurat sekalipun. Dalam pengeditan tulisan mungkin dia lolos dari kesalhan tulis atau tanda baca lainnya. Tapi dalam segi pesan dan nilai maka sungguh disayangkan jikalau tulisan itu "sempat" terbaca kalangan Masisir lainnya. Bukankah kita hidup dalam kexeklusifan lingkup pendidikan dan pengajaran. Mesir dan mahasiswa Indonesia adalah bagian dari pemegang ideologi ekseklusifisme dalam beragama. Maka kalau ada kemarahan sosial dari pihak tersebut dan ketimpangan sikap maka, jangan salahkan air tumpah bila terus dipanaskan diatas tungku.

"Sekilas" tidak ada beda antara buletin yang satu ini dengan kompas berkaitan dengan tulisan Mas Imam yang lolos, tidak memiliki mind-set jelas tentang nilai yang diemban sebagai buletin. Kesan liberal [terlalu menjunjung kebebasan, bukan dimaksd dengan JIL de el el] sempat menjadi lebel media tersebut karena, jenis tulisannya terkesan tidak mempunyai kurikulum dan nilai dakwah yang jelas. Seolah2 semua jenis pemikiran dan ideologi dibiarkan goal dan termuat, terbaca bebas oleh kalangan Masisir. Adanya counter balik yang menyerang tulisan Mas Imam bukanlah langkah konkrit sebagai peredam konflik, sekali lagi pihak yang dirugikan malah bertambah, pihak pertama akan selalu menuntut media ini untuk memberikan "hak jawab"-nya yang telah diobrak abrik olehsi pengcounter, ketimpangan individu pun mungkin tidak terhindarkan lagi.................. Wuhh takut kebanyakan jeXxx, ya udah break dulu ah...... silahkan buat renungan dan moga tidak terulang lagi [R.A sore hari mau mandi --- 5:57 PM 4/23/2008]

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -