Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 04 Maret 2008

Catatan asyik ketika kemarin diskusi SIT dengan bahasa Inggris dengan judul buku "Explaining fundamentals Of Islam" [bener ga tuh tulisannya]. Diskusi kemarin memang membedah buku, walaupun cuman halaman 1-16, sekedar melatih berbicara Inggris dengan tatanan ala diskusi, hihihi.

Di sesi termin pertama ada seorang penanya yang mempermasalahkan tentang mukjizat nabi yang berupa "membelah bulan", banyak masalah yang sebenarnya menurutku masih ambigu (alasannya......im anak baru...hehehe..) yaitu tentang: existensi mukjizat itu sendiri setelah lama dia terjadi berkaitan dengan zaman sekarang dan, yang paling im fokus kemarin adalah ketika salah satu audience mengemukakan pendapat tentang rasionalitas suatu mukjizat.

Mukjizat, haruskah dia masuk dalam kategori rasional atau irrasional atau suprarasional...? -3 istilah tersebut adalah salah satu bahasan yg im baca di Logika Agama, Quraish Shihab-. Menurut penjelasan temen kemarin suatu mukjizat haruslah berbentuk rasional, dimana akal harusnya bisa menelaahnya. Ntar...jangan terburu2. Lebih jauh si temen mengemukakan Iman memang wajarnya adalah suprarasional atau bahkan dia irrasional.

Temen:
"Iman" itu sendiri adalah suatu kepercayaan yang sulit dicerna akal, dia lebih di fokuskan untuk kepercayaan hal yang ghoib. Untuk mengenalkan hal tersebut maka dibutuhkan disini suatu hal yang bisa menarik manusia untuk mempelajari dan mengikutinya, hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu fungsi i'jaznya mukjizat. Simpulnya adalah mukjizat sewajarnya hal yang rasional dan dia terletak sebelum seseorang memeluk keimanan itu sendiri.

Im [I am]:
Mmmm....... sudah im bilang bahwa dalam keseluruhan ajaran kita hal2 yang berkenaan dengan akal dibatasi atau digolongkan menjadi 3 bagian: irrasional-rasional-suprarasional.

Terlepas dari pengelompokan dan pengkhususan iman atau mukjizat haruslah rasio atau irrasio atau bentuk ketiga. Sebenarnya kita juga mendapatkan dimana mukjizat adalah hal yang masuk akal, im contohkan disini adalah al-Quran, dimana bagian2nya juga mengandung banyak hal yang bisa dicerna oleh akal.
Masalah mukjizat dia harus didahulukan sebelum iman....nggak juga deh, banyak mukjizat rasul dulu juga ada yang turunnya adalah setelah iman merasuk ke hati mereka, dan fungsi mukjizat disini bukan lagi sebagai i'jazul kuffar tapi sebagai penguat keimanan.


Coretan ini akan berarti bagi kami seandainya ada kesalahan2 kemudian ada pembetulan...

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -