Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 04 Maret 2008


Mata memandang Terpantul kedalam

Sinar mentari ke Kornea inti
Gurun Gersang Datar....

Manusia-manusia itu hidup disana
di Gurun Gersang Datar....

Mata menantang
Pasir panas terhampar

Manusia-manusia itu bernafas disana
Hawa panas pasir menguap
Angin panas Gurun hembuskan debu
Manusia-manusia itu bernafas disana
Dan......
Panas mentari siksa mereka

Aku bahagia
Karena kulihat awan disana
Di Gurun Gersang Datar berarak awan
Jiwaku..
Terbebaskan dengan Gurun Gersang Datar menghampar

Aku bahagia
Karena surya tertahan awan
Aku senang melihat bayang-bayang awan
Bayang-bayang awan hitam diatas coklatnya
Gurun Gersang Datar........

Membentang luas tanpa halang ilalang
Ya...begitulah hamparan itu
Ya...hanya hamparan
Hanya hamparan dan bukan gundukan
Aku bahagia melihatnya

Dan....
Awan terus berarak, entah arah mana yang ia tuju. Tapi aku berharap bayangan awan yang kulihat akan bergerak ke barat....
Aku berharap awan yang menaungiku akan beralih menaungi saudara-saudaraku.
Saudara-saudaraku di Palestina.

Hamparan gurun gersang datar memang hanya sebatas pandangan, tapi hamparan langit lepas....

Di bawah langit itu mungkin saja hamparan yang penuh kedholiman, dibawah langit yang aku pandang mungkin saja seorang anak terlindas tank dan kepalanya bocor dan pecah hingga, isinya muncrat keluar semua.

Dibawah langit lepas yang aku pandang adalah bumi Allah yang sangat luas.....................

Kilas balik:
Aku lirik keluar jendela bus yang ku kendarai "Alexandria: 143 ", wahh berarti masih sekian ratus kilo lagi untuk sampai ke: Benteng Qait Bay, Perpus Alex, Masjid Sufi dan Istana Raja Al-Farouq.
Photo2nya nyusul yah :))

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -