Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 04 Maret 2008


Im tidak tahu atas dasar apa seseorang itu dinilai dengan gelar "orang bijak", yang aku tahu bahwa ia tidak lain adalah orang biasa yang memandang hal-hal biasa untuk kemudian diambil darinya nilai-nilai yang luar biasa. Dia memandang pohon maka dia pun bercerita tentang ranting, dahan, daun dan akar-akarnya, dia pandang rumput maka dia akan bercerita banyak hal tentangnya.

Kali ini aku dapatkan kata bijak yang membuat im perlu dikomentari (diusilin maksutee) "tidak ada wanita yang cantik, yang ada hanyalah laki-laki yang lemah"

Entah apa maksud bait diatas, sebenarnya jelas sekali bahwa Allah menciptakan hal-hal yang indah di bumi ini, terlebih lagi di surga nanti. Tidak terkecuali juga tentang penciptaan manusia, dia dicipta dengan sempurna, wajah rupawan semerah buah rumman (baru tahu buah delima ketika di mesir, kasihan banget deh im...), keburukan-keburukanya terkadang juga ditutupi dengan kulit yang malah lebih menarik. Bahkan pernah ngoborol sama teman kemudian dia bilang, "tasliyahnya Rasul itu hanya dua: baca quran dan bermesraan dengan sang istrinya", ini menunjukan bahwa wanita itu dicipta memang untuk lebih jelas menafsir kata-kata "kecantikan" (hehehe santai aja, ini bukan tafsir jalalain tapi tafsir jalan-lain, jangan serius banget lah bacanya).

Jadi jelaslah bahwa si orang bijak tadi bingung tentang wanita, musy-mumkin banget kalau dibilang "tidak ada wanita yang cantik"....
Aku pun mulai menebak tentang orang bijak ini, jangan-jangan dia lagi kena masalah tentang asmara, dia terjerat dengan lepasnya ghadhul basharnya. Mungkin si Bijak ini melihat saking banyaknya makhluk-makhluk Allah yang bergentayangan, terlalu banyak ia saksikan ayat-ayat-Nya, ke pasar ia temukan, ke tempat olahraga ia jumpai bahkan di majalisil ilmi ia dapati. Namun orang bijak ini sebenarnya jujur tentang dirinya, dia hanya makhluk lemah kalau dihadapkan dengan "makhluk Allah" yang satu ini (yang merasa keturunan Hawa jangan marah atau GR lho yah...:D), memang benar kaum lelaki diciptakan sebagai "qawwamuuna" atas perempuan, benar juga kalau mereka dijadikan imam dan panutan, namun delima ini begitu kompleks, ia tidak jauh dari dua mata sisi uang dan sisi hati, ia ingkari tentang "kecantikan" namun ia tetapkan tentang "kelemahan", karena sekali lagi, orang bijak itu sedang bingung (atau mungkin malah merenung...:D).

"Tidak ada wanita yang cantik, yang ada hanyalah laki-laki yang lemah", lihatlah betapa bingungnya orang bijak tersebut..., dia berkata demikian mungkin karena lepasnya pandangan, dia mendapatkan pandangan halal yang kata Rasul "pandangan pertama", dari pandangan pertama dia dapati malah pandangan-pandangan selanjutnya dan selanjutnya. Maka dengan segenap hati ia tuliskan kata-kata tersebut, ia katakan tidak ada kecantikan karena ingin terlepas dari gangguan, orang bijak itu hanya ingin menjaga diri dari lepasnya mata panah tadi, hingga syair Arab berkata "wailaah, wa in hiya nadhorot, nashbus shihaami naz'uha aliim -sungguh, bila dia memandang, selaksa mata panah tertancap dalam, dan justru teramat akut bila mata panah itu tercabut-. Orang bijak itu tidak sepenuhnya ingin mengingkari anugerah ilahi, dia hanya ingin jarak pandang mata kepala dan mata hati ini hanya untuk Ilahi.

.....tentang makhluk-makhluk itu..... aku pun bingung hingga saat ini, maka mungkin saja aku menjadi orang bijak nanti......

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -