Posted by : Alamin Rayyiis Selasa, 04 Maret 2008

Ya, akhir-akhir ini Amin suka dengerin hip-hop, rap atau musik2 yang senada lah...:-?. Kata2 "lagi" emang menunujukan bisa jadi hal itu gak relevan atau suatu saat nanti bisa ganti selera, maklum aja seh hip-hop atau musik sebangsanya kan hanya musik, hanya hal kecil dalam kehidupan, dia bukan segalanya, jadi gak pantas kalau kita terlalu fanatik dengan macam2 yang demikian, kalaupun tanpa im tambahkan dengan kata2 "lagi" seharusnya kita juga bisa paham dengan sendirinya, ya kan..:D:D:D

Sebenarnya im bukan ahli dalam mendifinisikan hal2 yg terkait dengan dunia musik, im gak tahu top ten saat ini band atau lagu apa yang di tangga teratas minggu ini, main gitar juga ga bisa apa lagi disuruh menyebutkan itu jenis musik melankolis, melo....wahhh gak paham lah.

Alasan simpel kenapa im suka musik Hip-hop dan Rap:
1. Hip-hop bukan jenis musik yang cengeng, bandingkan dengan musik2 lainnya, ketika alunan-alunan lemas penyanyi, merayu, seronok ada juga yang sok seksi.
2. Dari segi lirik, musik Hip-hop juga selalu mengedepankan idealisme dan kesemangantan. Hip-hop tidak selalu bercerita tentang cinta sepertihalnya musik2 lainnya, musik2 selain Hip-hop selalu dan sering berkisah tentang patah hati, kegagalan cinta, kesedihan, keputusasaan dll.
3. Karena yang dibawa oleh Hip-hop adalah visi misi tersendiri dari sang vokalnya maka bisa dipastika rata2 hiper dan raper adalah sosok yang idealis. Kita berani membandingkan EQ dan SQ dari sosok hiper atau raper dengan vokalnya Peterpan, Radja, Samson atau bahkan si Kangen Band.
4. Karena im lagi ngefans sama mas Thufail Alghifari
5. Karena im pengen ngehabisin "puritan" dan "penjagan"-nya Homicide atau "Laskar Kristusnya" Saykoji. Di dunia musik Hip-hop dan Rap memang selalu ada batle antar paham dan idealisme, apalagi kalau yang diserang ketika itu adalah hal2 yang prinsip dalam Islam...wahhh in idia kesempatan fighting, ini dia kesempatan untuk mencoba menjadi "Do your best!", tribute for u mas Thufail

Sebenarnya yang im perhatikan dalam musik tidak lain adalah lirik yang diemban oleh musik itu sendiri. Entah apa itu jenisnya kalau lirik2nya adalah tidak untuk hal yg menyeret sisi negatif maka im denger. Simpel teorinya dalam mendengarkan musik nggak jauh dari kategori berikut: "enak untuk didengar manfaat untuk didengar"

Karena im baru jalan-jalan dari Nil di Tahrir im capek banget, n temen2 juga udah nunggu untuk makan indomie campur telur, asal tau aja mie instan disini itu mahal gak semurah (?) di Indonesia, tapi ada sedikit kebanggan ketika beli Indomie, ternyata Indomie yang made in Indonesia menjadi mie instan favorit dibanding mie instannnya Thailand, Singapur atau Malaysia......tuh kan perut im udah keroncongan, pamit dulu nggih!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Profil Saya

Foto saya
Pure soul since 181088. Detail | Knowledge | Touring | Possesif | Humble | Intuitif | Emotional -||- ITTC | al-Azhar | Islamic Party | as-Syafi'i | al-Asy'ari

Blog Archive

- Copyright © Amin Rois -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -